Hubungan

7 Tanda Mertua yang Bisa Merusak Pernikahan Kamu

Semua orang pasti ingin menikah, menikah bukanlah hubungan antara kedua mempelai atau pasangan saja, melainkan juga melibatkan keluarga. Antara anak dengan orang tua dan antara menantu dengan mertua. Tidak semua mertua dapat berhubungan baik dengan menantu terlebih lagi unuk menantu wanita. Kebanyakan antara menantu dan mertua tidak mengerti posisi masing-masing yang mengakibatkan sering terjadi pertengkaran. Bagi Kamu mempunyai mertua dengan ciri mertua yang bisa merusak pernikahan ini, lebih baik untuk hidup berpisah dari mertua.

Selalu ikut campur

Salah satu ciri mertua yang bisa merusak pernikahan adalah sering ikut campur terhadap urusan anak dan menantunya. Memang orang tua peduli terhadap anaknya benar, namun jika sang anak sudah menikah alangkah lebih baik jika mengurangi rasa ingin tahu dan ikut campur. Terlebih lagi jika sang mertua ikut campur terhadap masalah yang sangat pribadi dan hanya pasangan suami istri saja yang menylesaikannya. Hal ini lama-lama akan membuat hubungan anak dan menantunya menjadi rusak bahkan bisa menyebabkan perceraian.

Selalu memaksakan kehendak.

Selain sering ikut campur, mertua yang selalu memaksakan kehendak juga menjadi ciri mertua yang bisa merusak pernikahan sang anaknya. Mertua yang mempunyai sifat ini biasanya tidak bisa diajak diskusi oleh anak dan menantunya. Selain itu mertua dengan sifat ini juga tidak bisa menerima saran atau keputusan dari anggoa keluarga lainnya dan hanya ingin menang sendiri. Karena menganggap keputusannya adalah yang paling tepat. Hal ini akan memicu pertengkaran antara anak dan menantunya, untuk menghindari hal tersebut hiduplah berpisah dari mertua.

Mertua yang selalu ingin diutamakan.

Mertua yang selalu ingin diutamakan menjadi ciri mertua yang bisa merusak pernikahan. Karena mertua yang seperti ini akan menyita waktu anaknya untuk dirinya, padahal sang anak sudah menikah dan harus menyediakan waktu untuk pasangannya. Namun waktu untuk pasangannya tersita oleh orang tuanya yang selalu ingin diutamakan, hal ini akan membuat pasangannya merasa terabaikan dan tidak diperhatikan. Tidak dapat dipungkiri lagi akan adanya pertengkaran antara suami istri akibat sang mertua.

Mertua yang selalu menganggap menantu salah

Mertua yang selalu menganggap menantu salah menjadi ciri mertua yang bisa merusak pernikahan. Ini dikarenakan apapun yang dilakukan oleh sang menantu akan terlihat salah di mata mertua, padahal yang dilakukannya sudah benar. Hal ini akan membuat menantu mengalami tekanan batin yang tidak mengenakkan. Dan akan sangat berakibat fatal terhadap kelangsungan kehidupan keluarga anak dan menantunya, karena mertua dengan sifat seperti ini bisa mengadu domba.

Menjadi pemicu pertengkaran

Mertua yang sering menjadi pemicu pertengkaran antara anaknya dan menantunya ini menjadi ciri mertua yang bisa merusak pernikahan.  Jika memang sang anak atau menantu yang salah menjadi hal wajar, namun jika mertua yang menyebabkannya dan sering terjadi akan merusak kehidupan keluarga anak dan menantu. Dalam hal ini yang memiliki posisi sulit adalah sang anak, di satu sisi adalah pasangan hidupnya sedangkan di satu sisi adalah orang tua yang telah merawatnya dari kecil.

Mertua yang suka bergosip

Mertua yang suka bergosip merupakan ciri mertua yang bisa merusak pernikahan sang anak. Ini dikarenakan saat bergosip, sang mertua pasti akan menceritakan keburukan sang menantu kepada tetangga-tangganya. Secara otomatis mertua membocorkan aib sang anak, tidak heran jika nantinya banyak tetangga yang menggunjing sang menantu. Hal ini tentunya akan membuat menanut tidak betah dan sering berantem dengan suaminya.

Sering berceramah atau memberikan masukan yang itu-itu saja

Masukan di dalam sebuah pernikahan memang diperlukan untuk membuat keluarga lebih maju. Namun jika mertua memberikan masukan secara terus menerus dan hal yang dibahas itu-itu saja tentunya akan membuat suami istri merasa terbebani. Mertua dengan sifat inilah yang menjadi ciri mertua yang bisa merusak pernikahan. Terlebih lagi jika yang dibahas merupakan kesalahan menantu di masa yang lalu, ini akan membuat menantu tidak betah dan merasa uring-uringan di rumah.

Mertua seharusnya mampu menuntun para menantu untuk menjadi istri yang baik dan benar bukannya menuntut. Dalam menuntut tentunya harus dilKamusi dengan rasa sayang, ikhlas dan juga sabar bukan dengan emosi ataupun menjelek-jelekkan. Jika Kamu memiliki mertua dengan ciri mertua yang bisa merusak pernikahan alangkah lebih baik hidup terpisah darinya.

Leave a Reply

Instagram